Sempat terfikir di otak saya mengenai apakah kita harus memiliki jiwa “pelayan” dalam diri kita sebagai karyawan.
Saya mencoba surfing di internet dapatlah 2 jawaban di gemini dan website RS Marzoeki Mahdi Kota Bogor.
Menurut potongan yang saya ambil dari google gemini inilah manfaat memiliki jiwa pelayan :
Meningkatkan Nilai Jual Profesional: Karyawan yang fokus pada solusi dan bantuan cenderung lebih cepat naik jabatan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang pengembangan karier melalui Situs Sertifikasi BNSP untuk memvalidasi kompetensi layanan Anda.
lalu saya versuskan dengan mental diri kita apakah menjadi pelayan itu bisa merusak kita?
di website Rumah Sakit ini tentunya akan membahas mengenai kesehatan, berikut jawaban nya :
Kesehatan mental para pegawai adalah isu penting yang harus mendapat perhatian utama, karena produktivitas pekerja sangat dipengaruhi oleh sejauh mana level psychological well being setiap individu yang bekerja di dalamnya.
Psychological well being pekerja yang terjaga dan terlindungi dengan baik adalah bentuk kesetaraan dalam kesehatan jiwa untuk semua, tanpa memandang posisi, jabatan maupun kedudukan individu tersebut di tempatnya bekerja. Jika upaya intervensi kesehatan mental ini dapat diimplementasikan dengan baik, diharapkan berimbas pada meningkatnya kedisiplinan, terjaganya motivasi kerja dan peningkatan produktivitas kerja. Saat ini, tantangan untuk memprioritaskan kesehatan mental di tempat bekerja sudah menjadi topik utama pengembangan sumber daya manusia dan merupakan investasi yang sangat berharga.
Investasi pada kesehatan mental dapat memberi kontribusi manfaat yang tidak sedikit bagi organisasi kerja terutama dalam bertahan di persaingan yang kompetitif di bidang jasa pelayanan kesehatan. Mari kita semua dapat memberikan sumbangsih dalam kesehatan mental dengan menumbuhkan pola pikir yang terbuka, bersedia untuk menggeser perspektif yang keliru dan berjuang bersama untuk pertumbuhan pribadi , sehingga kesejahteraan psikologis baik di tempat bekerja, dilingkungan sosial maupun di unit terkecil yaitu keluarga dapat terbangun dengan baik.
Artikel oleh:
Miranty Novia Wardhani, S.Psi.
https://rsmmbogor.com/
jadi dapat saya simpulkan jiwa melayani seorang karyawan justru memberikan dampak positif untuk diri kita, asalkan kita mampu melakukan manage otak kita dengan baik untuk selalu berfikir positif dan menyeimbangkan antara urusan pekerjaan dengan personal.
Karena akhir-akhir ini marak sekali berseliweran di social media content tentang mental health yang selalu mendoktrin “bahwa kerja itu adalah horor” : misal ketemu atasan yang “aneh”, load pekerjaan yang banyak, di hubungi ketika ada dirumah dan lain-lain, tentunya semua sudah ada porsinya dan ada toleransi, nah kata kunci toleransi ini yang sebenernya sangat penting, selama kita bisa ya kenapa kita tidak bantu hal yang memang perlu dibantu kalau memang itu sedang diluar jam kantor. Dan kantor juga pastinya banyak yang selalu memberikan toleransi ke karyawannya.
Seorang Hamba Alloh yang Fakir Ilmu, Sedang belajar hidup di jalan yang di ridhoi Alloh subhanahu wa ta’ala, Sarjana Ilmu Komputer. Menempatkan diri saya sebagai Blogger, Hotelier, IT Engineer, Traveler, Photographer dan Goweser. Ingin menjadikan halaman blog ini media berbagi tulisan kebaikan insya Alloh.