Derita Pekerja Hotel [Part 2]

Hari ini ada seorang tamu datang ke lobby ketika itu saya sedang memperbaiki wifi yang tidak bisa diakses di lobby, dia seorang ‘bule’ ketika saya tanya : “good evening, may i help you?” lalu dia bilang “bisa minta tolong bantu IT untuk ke kamar saya karena Internet di kamar saya bermasalah”  *toeeenggg ternyata dia fasih bahasa, tau gitu langsung aja pake bahasa, maklum Englishnya kadang-kadang ngaco.

Tidak lama berselang sayapun langsung menuju kamar disaat itu dia menginap di kamar nomor 81* langsung siap2 ambil ancang-ancang melihat sang korban. Sekira nya 4 menit menganalisa komputer itu ‘bule’ sekejap itu juga komputer dia bisa connect ke internet, berkata lah si ‘bule’ itu “Magic”, dan kata “Magic” itu mengingatkan saya pada Tamu di hotel sebelumnya saya bekerja di hotel ini, singkat cerita ada seorang ‘bule’ juga yang meminta bantuan koneksi internet karena internetnya bermasalah, langsung saya kerjakan laptop si ‘bule’  ketika dia datang dia berkata you are ‘magic man’.

Seketika mengingat kata ‘magic’, saya keingatan kehidupan di hotel ini juga magic, karena apa saja bisa terjadi, mulai dari orang yang baik terdepak sampai orang jahat yang bisa bertahan, sampai saya menulis blog ini ternyata orang jahat itu masih melakukan hal yang sama, menyudutkan merasa paling benar, dan pencari muka (mukanya ilang kali yaaa), lupakan bagian ini, karna yang ada nanti saya hanya bergosip dan menjadi bagian mereka yang hanya bisa mencela dan menyudutkan.

Dan yang paling penting kalau anda berminat bekerja di hotel, fikir-fikir lah dua kali karna bekerja di hotel tidak semudah anda kuliah atau sekolah ataupun magang sekalipun (dunia kerja lain juga begitu sih) tetapi untuk dihotel ini kental sekali persaingannya baik yang sehat maupun yang tidak sehat. Satu contoh, (mohon maaf kalau ambil sample dari istri dan saya aku saya sedikit kecewa) saat ini istriku tercinta tidak diperpanjang kontraknya oleh perusahaan yang dinilai oleh managernya dengan alasan,

1. Tidak menjalankan perintah dengan baik.
2. Sering telat.
3. Mendapatkan komplain dari karyawan lain.
4. Dan jarang membuat laporan.

Bantahan dari saya:
Point 1
Ini kurang detail, apa yang dimaksud tidak menjalankan perintah dengan baik? saya rasa ini terlalu umum. dan kurang mengena pada point-point detail pekerjaan.
Point 2
Sering telat, Hellooooo asal pembaca tau, managernya yang menilai tersebut juga serringggggg sekali telat bukan hitungan menit tapi jam. sekali lagi, sering. sehingga saya anggap ini tidak adil.
Point 3
Untuk point 3 ini rancu sekali, kenapa tidak di diskusikan siapa orangnya dan di bicarakan dalam satu meja, hal-hal apa saja yang membuat karyawan lain komplain, dan diambil kasus history nya.
Point 4
Ini yang paling gak logis, saya tahu kebetulan saya terkait juga dengan masalah report ini, saya tau betul siapa yang buat laporan ini
*FYI buat yang belum tau, saya sekantor dengan istri saya tapi beda departemen.

Tidak lama berselang 1 orang teman lainnya sempat bilang juga kalau dia tidak diperpanjang kontraknya, dan kebetulan juga dia punya suami satu hotel.

Kalau saya ambil dari sisi jeleknya, memang sepertinya dalam hotel ini semestinya tidak boleh suami istri satu lingkungan kantor walaupun di perjanjiannya diperbolehkan.
waallahu alam…

Ayo kembali yang baik-baik saja….
memang judul postingan ini tidak sesuai dengan isinya, karna bukan cuma yang buruk saya tulis disini, tapi yang bagus-bagus juga saya masukan.

Ya itulah sepenggal cerita saya di hotel ini, begitu menyenangkan dan menyakitkan,

bayoe[dot]com ©2012

Seorang Hamba Alloh, Saya adalah seorang Sarjana Ilmu Komputer menempatkan diri saya sebagai Blogger, Hotelier, Traveler, dan Photographer.
Silahkan di share jika bermanfaat...Email this to someoneShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Facebook0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *